Showing posts with label Lirik Nasyid. Show all posts
Showing posts with label Lirik Nasyid. Show all posts
Tuesday, February 17, 2009
TanpaMu
Resah dan gelisah ku rasa
Hidup penuh pancaroba
Roda masa pantas berputar
Menduga iman di dada
Daku yang lena dan terleka
Tenggelam di lautan dunia
Kabur pandangan mataku
Pada nikmat yang menggunung
Mendustakan kurniaanMu
Tiba murkaMu menghukum
Keangkuhanku kian hancur
Lantasku jatuh dan tersungkur
TanpaMu kasih (oh kekasih)
Ku tak berdaya (ku terpedaya)
Hilang punca dan arah (pada helah dan dusta)
Hanyut alpa di arus bergelora
Kasih (oh kekasih)
Daku derita (tangisku hiba)
Lemah dalam sengsara (dan mengalir oh air mata)
Jiwa dan tubuh kepedihan
Terseksa, terhukum
Menanggung kifarah dariMu
Telah ku lalui semalam
Jalanan kelam dan suram
Lampaui batasan insan
KeagunganMu kulupakan
Rahmat dariMu kudambakan
KeampunanMu kupohonkan
Tuhan, aku tak berdaya
Tempuh segalanya
Tanpa kasihMu
Hatiku ini merindu
Sinar cintaMu Yang Agung
Pasrah merayu redhaMu
Ampuni dosa-dosaku
Rahmat dariMu ku dambakan
KeampunanMu ku pohonkan
Hidup penuh pancaroba
Roda masa pantas berputar
Menduga iman di dada
Daku yang lena dan terleka
Tenggelam di lautan dunia
Kabur pandangan mataku
Pada nikmat yang menggunung
Mendustakan kurniaanMu
Tiba murkaMu menghukum
Keangkuhanku kian hancur
Lantasku jatuh dan tersungkur
TanpaMu kasih (oh kekasih)
Ku tak berdaya (ku terpedaya)
Hilang punca dan arah (pada helah dan dusta)
Hanyut alpa di arus bergelora
Kasih (oh kekasih)
Daku derita (tangisku hiba)
Lemah dalam sengsara (dan mengalir oh air mata)
Jiwa dan tubuh kepedihan
Terseksa, terhukum
Menanggung kifarah dariMu
Telah ku lalui semalam
Jalanan kelam dan suram
Lampaui batasan insan
KeagunganMu kulupakan
Rahmat dariMu kudambakan
KeampunanMu kupohonkan
Tuhan, aku tak berdaya
Tempuh segalanya
Tanpa kasihMu
Hatiku ini merindu
Sinar cintaMu Yang Agung
Pasrah merayu redhaMu
Ampuni dosa-dosaku
Rahmat dariMu ku dambakan
KeampunanMu ku pohonkan
Sunday, January 25, 2009
Kasih Abadi
Kamar hatiku sekian lama
suram dan sepi kekosongan
aku mencari insan sejati
untuk menemani hidupku
Adam dan Hawa diciptakannya
disemai rasa kasih sayang
agar bersemi ketenangan
dan kedamaian di hati
ku harap hanya keikhlasan
dan ku rindukan keramahan
aku inginkan kemesraan
berkekalan berpanjangan
mengaasihimu dikasihi
menyayangimu disayangi
merindui dan dirindui
saling mengerti di hati
biar hilang kabut di wajahku
biar tenang resah didadaku
terimalah serta kabulkan harapan ini
oh Tuhan
cuba lafazkan kata penuh makna
bersaksi Tuhan yang Maha Pemurah
thidup mati jodoh pertemuan
ditentu Allah yang Esa
perkenankan hasrat di hatiku...
Moga impian kan dirahmati
dipertemukan serikandi/laksamana
susah dan senagn sama harungi
demi cinta yang Hakiki
~unknown error~
suram dan sepi kekosongan
aku mencari insan sejati
untuk menemani hidupku
Adam dan Hawa diciptakannya
disemai rasa kasih sayang
agar bersemi ketenangan
dan kedamaian di hati
ku harap hanya keikhlasan
dan ku rindukan keramahan
aku inginkan kemesraan
berkekalan berpanjangan
mengaasihimu dikasihi
menyayangimu disayangi
merindui dan dirindui
saling mengerti di hati
biar hilang kabut di wajahku
biar tenang resah didadaku
terimalah serta kabulkan harapan ini
oh Tuhan
cuba lafazkan kata penuh makna
bersaksi Tuhan yang Maha Pemurah
thidup mati jodoh pertemuan
ditentu Allah yang Esa
perkenankan hasrat di hatiku...
Moga impian kan dirahmati
dipertemukan serikandi/laksamana
susah dan senagn sama harungi
demi cinta yang Hakiki
~unknown error~
Sunday, September 14, 2008
Sentuhanmu
Terpanar aku pada sentuhan keramatmu
Mengheret aku mentafsir memori silammu
Dulu ku ragu apa terbungkam dibenakmu
Kini ku tahu apa yang terbuku di hatimu
Surut dedarku pada usapan manteramu
Tunduk ungkalku pada ketegasan dirimu
Terpasak semangat pada keyakinan tekadmu
Keakuranku pada tunjuk dan titah arahanmu
C/O
Oh ayah,
Tak pernah ku tanya
Kemana tumpahnya keringatmu
Oh ayah,
Tak pernah ku hitung
Berapa banyak kerutan di dahimu
Yang ku pinta hanyalah kemahuan hatiku
Yang sedaya ayah laksanakan
Kau pendorong bukanlah pendesak
apalagi memaksa diriku
Aku terlorong bukan terdesak
apalagi rasa terdera
Tak terkuis dugaan menduga
Apalagi takdir yang menerpa
Aku mengharap bukan menolak
Apalagi cuba melupa
Lestari kasihmu tanpa batasan
Sempadan waktu yang memisahkan
Abadi hingga ke hujung usia akhiran masa
Sentuhanmu amat bermakna..
Rindunya....
Friday, August 22, 2008
Atas nama cinta - UNIC
Tika mata...
Diuji manisnya senyuman
Terpamit rasa menyubur harapan
Diuji manisnya senyuman
Terpamit rasa menyubur harapan
Dan seketika
Terlontar ke dunia khayalan
Hingga terlupa singkat perjalanan
Tersedar aku dari terlena
Dibuai lembut belaian cinta
Rela aku pendamkan
Impian yang tersimpan
Enggan ku keasyikan
Gusar keindahannya
Merampas rasa cinta
Pada Dia yang lebih sempurna
Bukan mudah...
Bernafas dalam jiwa hamba
Dan ku cuba
Menghindarkan pesona maya
Kerna tak upaya aku hadapinya
Andai murka-Nya menghukum leka
Di atas nama cinta
Pada yang selayaknya
Kunafikan yang fana
Moga dalam hitungan
Setiap pengorbanan
Agar disuluh cahaya redha-Nya
Biar sendiri hingga hujung nyawa
Asal tak sepi dari kasih-Nya
Kerna sesungguhnya hakikat cinta
Hanya Dia Yang Esa
Saratkan hati ini dengan cinta hakiki
Sehingga ku rasai
Nikmat-Nya
Syurga-Nya
Cinta-Nya
p/s: Selamat menghayati..=)
Subscribe to:
Posts (Atom)
